gambar perilaku konsumen

1.

gambar ini mejelaskan mengenai motivasi seorang konsumen di dasarkan pada adanya kebutuhan yang dirasakan.
2.

iklan ini menggambarkan kepedullian sosial pada lingkungan,

3.

buat iklan koq pake nyindir,,persaingan yang sehat dong,,hehehe
harus lebih kreatif lagi ,,,

Advertisements

RESUME PERILAKU KONSUMEN :BAB 7 SIFAT KONSUMEN

Sikap konsumen (attitude) adalah factor penting yang akan mempengaruhi keputusan konsumen. Konsep sikap sangat terkait dengan konsep kepercayaan dan perilaku.
Defenisi sikap dan kepercayaan
– sikap : merupakan suatu ungkapan perasaan konsumen tentang suatu objek apakah disukai atau tidak dan sikap juga bias menggambarkan kepercayaan konsumen terhadap berbagai atribut dan manfaat dari objek tersebut.
– Kepercayaan : pengetahuan konsumen mengenai suatu objek, atributnya, dan manfaatnya.
Karakterisitik sikap
1. Sikap memiliki objek
2. Konsistensi sikap
3. Sikap bias positif, negative dan netral
4. Sikap bias dibedakan berdasarkan intensitasnya
5. Resistensi sikap
6. Persistensi sikap
7. Keyakinan sikap
8. Sikap dan situasi
Fungsi sikap yang dipakai dalam strategi pemasaran yaitu :
– Fungsi utilitarian
– Fungsi mempertahankan ego
– Fungsi ekspresi nilai
– Funsi pengetahuan
– Kombinasi beberapa fungsi
– Mengasosiasikan produk dengan sebuah kelompok atau peristiwa
– Memecahkan konflik dua sikap yang berlawanan
– Mengubah evaluasi relative terhadap atribut
– Memngubah kepercayaan merek
– Menambahkan sebuah atribut pada produk
– Mengubah penilaian merek secara menyeluruh
– Mengubah kepercayaan terhadap merek pesaing
Model sikap
– Model 3 komponan
1. Komponen kognitif
2. Komponen afektif
3. Komponen konatif
– Model sikap multi atribut
Menjelaskan 3 model yaitu : the attitude – toward object model, the attitude – toward behavior model, dan the theory of reasoned – action model.
Model “the attitude – toward object model” digunakan untuk mengukur sikap konsumen terhadap sebuah produk (pelayanan/jasa) atau berbagai merek produk.
Model sikap lainnya sering digunakan untuk menganalisis sikap konsumen terhadap suatu produk adalah model sikap angka ideal. Model tersebut mengemukakan bahwa model angka ini akan memberikan informasi mengenai sikap konsumen terhadap merek suatu produk dan sekaligus memberikan informasi merek ideal yg dirasakan konsumen.
Based on UJang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen : Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran(Consumer Behavior: Theory and Application In Marketing)
Summarized by Nur Aliah Rahman (Majoring In Family Science And Consumer, College Of Human Ecology – Bogor Agricultural University, Bogor Indonesia)

peran pemerintah dalam menangani kasus traficking

Untuk pencegahan dan perlindungan terhadap kasus-kasus eksploitasi Seksual Komersial terhadap anak,saran untuk pemerintah dalam hal ini Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Departemen Sosial sebagai leading sector segera berkonsentrasi menyiapkan agenda nasional dan indikator kemajuan, dengan serangkaian tujuan yang menekankan tujuh aspek penting yakni:

pertama, Pemerintah termasuk legislatif, yudikatif, Kepolisian, Departemen Luar negeri dan kantor Imigrasi agar memberikan prioritas utama pada tindakan untuk menentang eksploitasi seksual komersial anak dan mengalokasikan sumber daya yang memadai.
Meningkatkan kerjasama yang lebih mantap antar Negara dan semua sektor masyarakat untuk mencegah anak-anak memasuki perdagangan seks serta memperkuat peran serta keluarga dalam melindungi anak-anak dari eksploitasi seksual komersial.

Kedua, menindak pelaku eksploitasi seksual komersial anak, dan bentuk-bentuk lain dari eksploitasi seksual anak, serta mengutuk dan menghukum semua yang terlibat dalam pelanggaran, baik itu warga lokal maupun asing, serta menjamin agar anak-anak yang menjadi korban praktek eksploitasi seksual komersial tidak dihukum.

Ketiga, memobilisir penegakan hukum, kebijakan, program-program yang melindungi anak-anak dari eksploitasi seksual komersial dan memperkuat komunikasi dan kerjasama antar pihak penegak hukum, mendorong penerapan, implementasi serta diseminasi Undang-undang Perlindungan Anak. Mengembangkan dan melaksanakan rencana dan program yang sensitif gender untuk mencegah eksploitasi seksual komersial anak, melindungi dan membantu anak yang menjadi korban serta memfasilitasi pemulihan juga program-program reintegrasi anak kedalam masyarakat;

Keempat, pemerintah segera mengimplementasikan dua Protokol tambahan dari Konvensi Hak Anak tentang Penjualan anak, prostitusi anak dan pornografi anak dan Konvensi transnational organized Crime beserta dua protokolnya, yakni protokol tentang pencegahan dan penanggulangan perdagangan perempuan dan protokol penyelundupan orang.

Kelima, pemertintah segera menciptakan iklim pendidikan, mobilisasi sosial, juga aktivitas pengembangan untuk menjamin agar orang tua bertanggung jawab atas anak-anak untuk memenuhi hak-hak anak, kewajiban dan tanggungjawab untuk melindungi anak-anak dari eksploitasi seksual komersial;

Keenam, pemerintah dan masyarakat segera memobilisir mitra politik, masyarakat nasional maupun internasional, termasuk lembaga pemerintah dan LSM, untuk membantu menghapus segala bentuk eksploitasi seksual komersial anak serta memacu peran partisipasi masyarakat yang popular, termasuk partisipasi anak-anak, dalam mencegah serta menghapus eksploitasi seksual komersial anak.

Ketujuh, memobilisir sektor bisnis, termasuk industri wisata, untuk menentang penggunaan jaringan dan pembentukannya bagi eksploitasi seksual komersial dan mendorong kalangan profesional, media untuk mengembangkan strategi yang memperkuat peran media dalam memberikan informasi yang bermutu, bisa dipercaya serta standar etika yang mencakup semua aspek ekploitasi seksual komersial.

Ditulis oleh Arist Merdeka Sirait

Sumber : http://www.djpp.depkumham.go.id

Resume Perilaku Konsumen Bab 5 “Proses Belajar Konsumen”

Defenisi dari proses belakjar adalah suatu proses untuk memperoleh suatu pengetahuan dan pengalaman, pengetahuan dan pengalaman ini akan mengakibatkan perubahan sikap dan perilaku yang permanen. Hal penting dari proses belajar ini adalah, pertama, belajar merupakan suatu proses yang berkelanjutan.kedua, pengalaman memainkan peranan dalam proses belajar. belajar merupakan suatu proses mencari informasi yang secara sungguh – sungguh dan sengaja dilakukan oleh konsumen. proses belajar yang dilakukan oleh konsumen bisa saja terjadi secara tidak sengaja. dan yang terakhir adalah terminologi belajar memiliki makna yang luas.
syarat proses belajar
1. motivasi
motivasi adalah daya dorong dari dalam diri seorang konsumen yang muncul karena adanya kebutuhan. seorang konsumen yang ingin membeli mobil baru akan terdorong untuk mencari informasi mengenai mobil. dalam hal ini terdaapt peranan pemasar sebagai agen yang menginformasikan secara persuasif berbagai produk yang bisa memenuhi kebutuhan konsumen tadi.
2. isyarat
merupakan suatu stimulus yang mengarahkan motivasi tersebut. isyarat – isyarat ini berupa iklan, produk, dan produk display. ketika seseorang ingin membeli mobil yang menjadi isyaratnya adalah brosur yang ia lihat.
3. respons
respon adalah reaksi konsumen terhadap isyarat. konsumen yang setelah melihat isyarat akan mengeluarkan respon dan respon ini dapat dipengaruhi oleh proses belajar masa lalunya. jika konsumen mengetahui bahwa produk tersebut bagus maka konsumen akan bereaksi positif.
4. pendorong atau penguat
pendorong adalah suatu yang meningkatkan kecenderungan seseorang konsumen berperilaku pada masa datang karena adanya isyarat atau stimulus. perilaku positif akan meningkatkan kecenderungan untuk berperilaku seperti sebelumnya. contohnya, ketika merasa ngantuk lalu ia minum nescafe dan rasa ngantuknya pun hilang, dan suatu saat nanti ketika ia merasa ngatuk lagi maka ia pun kembali meminum nescafe sebagai penghilang rasa ngantuknya. maka faktor pendorong disini berkaitan dengan pengalaman masa lalu.
proses belajar
proses belajar dibagi menjadi 2 bagian yaitu proses belajar kognitif dan proses belajar perilaku.proses belajar perilaku dibagi lagi menjadi 3 bagian yaitu (1)proses belajar clasical conditioning(2)proses belajar instrumental conditioning (3) proses belajar vicarious learning (observational atau social learning)
Classical Conditioning
suatu teori belajar yang mengutarakan bahwa makhluk hidup, baik manusia maupun hewan adalah makhluk pasif yang bisa diajarkan perilaku tertentu melalui pengulangan. Solomon (1999,hal 72) mengemukakan bahwa classical conditioning terjadi jika suatu stimulus yang menyebabkan suatu respons dipasangkan dengan stimulus lain yang tidak bisa menghasilkan suatu respons.
^percobaan Pavlov : melakukan percobaan terhadap seekor anjing untuk membuktikan teori belajar clasical conditioning
classical conditioning dan pemasaran : pertama, musik , musik ini bisa mempengaruhi perasaan dan emosi seseorang sehingga perasaannya menjadi rileks dan nyaman.
aplikasi classical conditioning dalam pemasaran :
1. pengulangan : merupakan proses menyampaikan pesan kepada konsumen berulang kali dengan frekuensi yang berulang kali.advertising wearout adalah pengulangan iklan yang terus menerus akan menimbulkan kebosanan terhadap konsumen dan ketidakpedulian konsumen.
2. generalisasi stimulus : kemapuan seorang konsumen untuk bereaksi yang sama terhadap stimulus yang relatif berbeda. pemahaman generalisasi stimulus biasanya diterapkan dalam pemasaran untuk membuat merek dan kemasan seperti diuraikan berikut :
– perluasan lini produk
– merek keluarga
– me-too products
– similiar name
– licensing
– generalisasi situasi pemakaian
3. diskriminasi stimulus :merupakan lawan kata dari generalisasi stimulus. pada generalisasi stimulus, konsumen diharapkan dapat mengambil kesimpulan yang sama dari berbagai stimulus yang relatif berbeda. pada diskriminasi stimulus, konsumen diharapkan bisa mengambil kesimpulan berbeda terhadap beberapa stimulus yang mirip satu dengan yang lainnya.
proses belajar instrumental
makna insrumental adalah proses belajar yang terjadi pada diri konsumen akibat konsumen menerima imbalan yang positif atau negatif karena mengkonsumsi produk sebelumnya. perbedaan classical conditioning dengan operant conditioning adalah, pada cclassical conditioning proses belajar terjadi karena adanya reward yang diterima oleh konsumen. sedangkan pada operant conditioning proses belajar terjadi karena adanya trial and error.
konsep operant conditioning
1. penguatan positif
2. penguatan negatif
3. hukuman
4. kepunahan
5. shaping
beberapa cara penguatan dierkan kepada konsumen
– fixed – interval reinforment
– variable – interval reinforment
– fixed – ratio reinforment
– variable – ratio reinforment
observational learning
adalah proses belajar yang dilakukan konsumen ketika ia mengamati tindakan dan perilaku orang lain dan konsekuensi dari perilaku tersebut.
observational learning dan stategi pemasaran
– mengembangkan respon baru
– mencegah respon yang tidak dikehendaki
– memfasilitasi respon

Resume Perilaku Konsumen Bab 4

Pengolahan informasi pada diri konsumen terjadi ketika salah satu panca indra konsumen menerima input dalam bentuk stimulus. Stimulus bisa berbentuk produk, merek, kemasan, iklan, dan nama produsen (Sumarwan,Ujang.2002). Persepsi seorang konsumen adalah bagaimana seorang konsumen melihat realitas di luar dirinya atau dunia sekelilingnya.Konsumen sering kali memutuskan pembelian suatu produk berdasarkan persepsinya terhadap produk tersebut.Para pemasar dan produsen sangat perlu memahami persepsi konsumen.
A. Tahap Pengolahan Informasi
Menurut William McGuire, tahap pengolahan informasi dibagi menjadi lima tahap, yaitu pemaparan (exposure), perhatian (attention), pemahaman (comprehension), penerimaan (acceptance), danretensi (retention).
1. Pemaparan (exposure)
Pemaparan adalah kegiatan yang dilakukan oleh pemasar untuk menyampaikan stimulus,dalam tahap ini konsumen sadar atau tidak sadar terhadap stimulus yang diberikan melalui panca indranya. Yang penting dalam tahap ini adalah sensasi yaitu respon cepat dan langsung dari panca indra terhadap stimulus yang datang apakah berupa iklan, kemasan, maupun merk.. Selain sensasi adalah ambang intensitas yang merupakan energi yang diperlukan oleh konsumen untuk menerima stimulus tersebut.
sensasi ini dipengaruh oleh dua ambang yaitu ambang absolut dan ambang intensitas, ambang absolut adalah jumlah minimum intensitas atau energi stimulus yang diperlukan oleh seorang konsumenagar ia merasakan sensasi. Setiap konsumen berbeda – beda tingkat penglihatannya, ada yang dapat melihat pada jarak 1 m dan adapula yang hanya dapat melihat pada jarak ½ m. Konsumen yang menerima stimulus yang sama secara terus menerus akan merasa bosan selain itu juga konsumen akan sangat selektif dalam memilih stimulus majna yang akan dilihatnya. Maka dari itu, penting bagi produsen dan pembuat iklan untuk lebih memperhatikan lagi dalam pembuatan iklannya. Usaha – usaha yang bisa dilakukan oleh produsen yaitu, meningkatkan intensitas stimulus, mengurangi intensitas stimulus, membuat variasi stimulus.
Batas perbedaan terkecil yang dapat dirasakan antara dua stimulus yang mirip disebut sebagai ambang intensitas(Schiffman dan Kanuk 2000 hal 124). Hal ini berkaitan dengan penurunan harga(diskon) pada suatu produk. Hukum Weber mengatakan bahwa semakin besar intensitas dari stimulus awal, maka semakin besar jumlah perubahan stimulus yang dibutuhkan agar stimulus kedua dapat didrasakan perbedaannya dengan stimulus awal.
2. Perhatian (attention)
Salah satu keterbatan yang dimiliki oleh manusia adalah keterbatan kognitif untuk mengolah semua informasi yang diberikan sehingga stimulus yang diberikan kepada konsumen tidak semua bisa diterima dan mendapatkan perhatian. Stimulus yang menjadi perhatiannya akan ddiproses lebih lanjut, proses ini dinamakan perceptual selection. Orang tidak pernah memperhatikan sesuatu kecuali dia memang ingin memperhatikannya. Dua orang yang terstimulasi oleh suatu objek atau kejadian tertentu akan mempunyai perhtian yang berbeda sehingga interpretasinya pun berbeda (Dasar – Dasar komunikasi 2010)
Perhatian konsumen dipengaruh dua faktor yaitu pribadi dan stimulus. Faktor pribadi adalah faktor yang muncul dari dalam diri konsumen tanpa ada kontrol dari pihak produsen. Misalnya seorang pelajar membutuhkan komputer untuk membantu dalam menyelesaikan tugasnya maka ia akan mencari – cari informasi dari berbagai sumber untuk mendapatkan informasi mengenai harga komputer.
Kedua adalah faktor stimulus, yaitu tertangkapnya stimulus atau rangsangan oleh panca indera manusia. Rakhmat (2005) dan Mulyana (2005) mengungkapkan proses tertangkapnya stimulus oleh alat indra sebagai proses sensasi (Dasar – Dasar Komunikasi 2010). Faktor ini dapat di manipulasi, dan dikontrol oleh produsen dan pembuat iklan. Beberapa faktor stimulus yaitu:
ukuran
warna
intensitas
kontras
posisi
petunjuk
gerakan
kebauran
isolasi
stimulasi yang disengaja
pemberi pesan yang menarik
perubahan gambar yang cepat

3. Pemahaman (comprehension)
Tahap ini adalah tahap dimana konsumen berusaha menginterpretasikan atau mengartikan stimulus. Pada tahap ini konsumen melakukan organization perceptual dimana beribu – ribu stimulus yang diterima oleh konsumen dikelompokkan menjadi satu kesatuan. Ada tiga prinsip dari perceptual arganization. Yaitu :
gambar dan latar belakang : objek atau stimulus yang ditempatkan dalam suatu latar belakang.
pengelompokkan : agar mudah diingat, konsumen biasanya melakukan pengelompokkan terhadap suatu objek.
closure : menghilangkan bagian tertentu. Prinsip closure ini dgunakan oleh pembuat iklan.
4. Penerimaan (acceptance)
Setelah melewati berbagai tahap proses diatas maka selanjutnya yaitu tahap penerimaan dimana konsumen menyimpulkan mengenai stimulus atau objek tersebut. Inilah yang disebut sebagai persepsi konsumen. Persesi ini merupakan output dari penerimaan stimulus yang diberikan. Persepsi dapat berupa, harga, merk,produk, dll
5. Retensi (retention)
Proses pengalihan makna stimulus dan persuasi keingatan jangka panjang. Informasi – informasi yang diperoleh disimpan di memori jangka panjang dan dapat dingat kembali ketika dibutuhkan. Memori terbagi atas tiga sistem penyimpanan, sensory memory, short term memory, long term memory.
Sensory memory: tempat penyimpanan informasi sementara
Short term memory : tempat menyimpan informasi dalam jangka waktu terbatas dan memiliki waktu terbatas.
Long term memory
Tempat menyimpan informasi dalam jangka waktu lama dan memiliki kapasitas yang tidak terbatas.
Rehearsal : proses menghubungkan informasi yang diterima dengan informasi yang sudah tersimpan.
Encoding : proses menyeleksi sebuah kata atau gambar untuk menyatakan suatu
persepsi terhadap suatu objek.

manfaat teknologi komputer pada anak usia dini

KERJA,,,mungkin itu kata yang tersirat bagi banyak mahasiswa, setelah menempuh pendidikan yang begitu panjang selama ±11 tahun, mulai dari SD, SMP,SMA, dan di perguruan tinggi. Setiap manusia pastilah mempunyai cita – cita akan kerja dimana nantinya setelah besar atau lulus kuliah. Karena pada hakikatnya manusia hidup adalah karena cita – cita. Saya sendiri kata “kerja” sudah terfikirkan sejak dulu.
Sejak masuk departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, banyak memberikan saya pencerahaan mengenai lapangan pekerjaan yang cocok untuk saya geluti nantinya setelah lulus. Dari berbagai macam pilihan pekerjaan, saya ingin nantinya membuat sekolah atau yayasan untuk memngembangkan kreatifitas anak dengan menggunakan tenaga komputer. Tentunya yang paling saya butuhkan adalah teknologi komputer untuk membantu saya dalam mengembangkan kemampuan kognitif dan kreatifitas bagi anak. Alasannya, karena komputer memiliki banyak fungsi bukan hanya bagi remaja, kantoran, atau mahasiswa yang mengerjakan tugasnya, tetapi pada anak – anak juga. Mau tau apa – apa saja sih manfaat komputer bagi anak – anak ?
1. Manfaat dari perangkat lunak program pengetahuan dasar membaca adalah anak akan merasa tidak bosan dengan belajar membaca dari program tersebut karena media yang diberikan berbeda dengan media tulis yang hanya memberikan gambar yang itu – itu saja, program perangkat lunak ini memberikan gambar yang dapat bergerak dan bersuara. Dengan begitu anak akan suka dan tertarik untuk belajar membaca.
2. Ada juga program permainan yang secara tidak langsung memberikan pendidikan bagi anak misalnya permainan farmer atau permainan tebak – tebak kata bhs. Inggris. Permainan ini akan memberikan manfaat yang secara tidak langsung pada anak bagaimana cari menanam, memberikan pupuk pada tanaman, dan menjual hasil panen. Dan pada permainan tebak – tebak kata juga akan menambah kosa kata bhs. Inggris pada anak.
3. Karena biasa menggunakan komputer, anak dapat mengoperasikan berbagai program olah kata dan angka. Para balita juga dapat belajar mengenal warna dan bentuk-bentuk melalui program pendidikan yang dioperasikan dengan komputer.
4. Secara tidak langsung, anak yang sejak kecil dibiasakan menggunakan komputer sedang dilatih suatu keterampilan yang amat penting bagi mereka saat mereka menginjak dewasa dan masuk dalam dunia kerja.
5. Selain manfaat umum manfaat rohani juga bisa kita dapatkan dari teknologi computer ini yaitu dengan memutarkan berbagai macam film tentang kisah – kisah rasul atau atau memutarkan lagu – lagu islamiah. Jadi, anak tidak lagi terpapar dengan sinetron TV yang sangat merusak karakter anak. Selain itu, ada juga tampilan pengenalan huruf hijaiyah, sholat, wudhu dan lain-lain. Metode yang ditampilkan ada yang menggunakan metode bernyanyi, bercerita, permainan atau bahkan kombinasi dari beberapa metode dan tentunya dikemas secara interaktif sehingga terdapat keterlibatan terhadap diri anak.
Pembelajaran melalui program – program tadi yang diterapkan pada anak usia dini tentunya dapat menstimulasi beberapa kecerdasan. Misalnya kecerdasan kognitif yaitu dengan bertambahnya pengetahuan anak dan kemampuan anak dalam memahami sesuatu. Kecerdasan bahasa, yaitu dapat dilihat dari bertambahnya kosa kata anak. Hal lain yang dapat dikembangkan dari pembelajaran melalui komputer bagi anak adalah stimulasi bagi perkembangan antara kordinasi mata dengan ketepatan gerak tangan. Secara tidak langsung pembelajaran melalui komputer juga menstimulasi bagi perkembangan motorik halus anak.
Keberadaan teknologi komputer sendiri sesungguhnya bersifat netral. Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari alat ini tentu saja lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. Bila anak-anak dibiarkan menggunakan komputer secara sembarangan, pengaruhnya bisa jadi negatif.sedangkan apabila komputer itu digunakan secara bijaksana maka akan memberikan dampak positif yaitu membantu pengembangan intelektual dan motorik anak.

jangan pernah menyerah tetaplah semangat kawanku…!!!

Di dalam diri anda, sejak anda bayi terdapat diri yang secara alamiah ingin tahu, yang ingin mengalami 100% kepuasan dalam hidup, yang mau mengambil resiko yang ada untuk menjalani hidup yang penuh dengan prestasi, kegembiraan, sinar, dan energi.

Seperti anak kecil yang bergerak dengan merangkak, anda melihat orang – orang yang lebih dewasa berjalan dan anda memutuskan untuk mencobanya. sedikit demi sedikit, anda mengembangkan keterampilan yang anda butuhkan untuk belajar berjalan. mula – mula anda belajar untuk membuat tubuh anda berdiri, lalu anda belajar bagaimana menyeimbangkan diri dengan dua kaki mungil anda. lalu anda bergerak dengan beberapa langkah sambil berpegangan pada meja atau pada jari jemari orang tua anda. ketika mempelajari kepandaian ini, anda tersandung beberapa kali, kadang – kadang tersa sakit. tetapi pernahkah anda berhenti dan berfikir “Ya Kufikir aku bukan seorang pejalan aku akan merangkak saja seumur hidupku “? tentu saja TIDAK !!! anda terus saja berusaha, belajar dari rintangan setiap hari dan membuat perubahan kecil dalam teknik anda hingga pada suatu hari anda dapat berjalan sendiri beberapa langkah. dari beberapa langkah tadi anda segera tertatih-tatih menjelajahi seluruh ruangan dengan gagasan di otak mungil anda bahwa berjalan itu adalah alamiah.

“yang penting dari pengalaman belajar berjalan itu adalah bagaimana cara anda memandang suatu kegagalan “

Previous Older Entries Next Newer Entries